CATATAN HATI SANG DEWI

Minggu, 17 Maret 2013

TATANAN

Ketika cemburu hanya mampu ku jelmakan dengan sebuah hela nafas,
apa kau cukup peka menerjemahkannya ?
Bukan tak punya kata, hanya tak ada daya .

Saat rindu hanya bisa tereja lewat degup tak beraturan,
apa kau sanggup memahaminya ?
Bukan tak ingin berontak, namun ku tak berhak ..

Dan bila akhirnya cinta terpendam menjadi rahasia,
apa kau akan merasa ?
Bukan hendak berdusta, hanya ku tak mau ada di antara kau dan dia ..

JIWA

bayang aksara tenggelam dalam lubuk jiwa
pecahan cermin berserak
masaku menelikung terjerembab
dilahat pekat derai nafaspun membuncat
bagai khafilah yang tersesat digurun kerontang
harihariku tersuruk menjelma ranting dan kecubung
yang membusuk di sepetak tanah coklat

inikah gerangan ruangan kaca yang mewarnai wajah batinku
kemarilah dan parasmu akan terpantul
adalah cahaya dilntang garis tembus pandang

PESAN

Kau tetap masih bernuansa,
anyir kepalsuan yang menggema.
Kidung-kidung munafik semakin sirik.
Ya bung, hidup tetap untuk di jalani.
Kalau pun pincang sebelah kaki tak mampu menopang,
kau tetap harus berjalan.
Atau kau mati terinjak oleh kerasnya roda kehidupan.
_______________________
; pesan hidup!

TAMPA CAHAYA


mengapa kau bersemayam dihatiku
kau tancapkan bulir cinta dihatiku
kau mainkan hati dn perasaanku
di tengah pekatnya malam
dengan selaksa kata indah

bila malam berlalu tampa cahaya
tetaplah genggam asa ini
seakan aku akan mati kini
karna diriku tiada arti tampamu
karna kamu aku begini

bila saat nya aku buka kedua mataku ini
untuk mencari sesuatu yang baru
akan ku untai kalimat indah dalam setiap relung rinduku
karna kamu aku begini
— bersama Stïä Sämpäi Ke-Hüjüñg Ñyäwä.

SEPAROH BULAN

diberanda hati ku semai rindu
dalam buaian angan ku petik bunga2 kasih
ku sematkan diantara helaihelai rinduku
biar ku rasakan aroma nirwana dalam ilusi
ini hanya sepintas khayalan saat kelam menyambang

kini..separuh bulan tertutup awan hitam
tak ada gemintang menemani...sendiri
jinggaku sirna tersapu waktu
kelam kini menyelubung diri
kekasih hati berpaling mahligai

dalam sunyi kusenandungkan kidung lara
timangtimang derai air mata
tak mampu ku eja aksara jiwanya
tak mampu ku tanya apa adakah kasihnya
rinduku berpusara duka

RINTIHKU

inilah kali pertama ku teteskan air mata
dalam kesenyapan hati ditengah terik
dukaku di setubuhi matahari
panasnya menghanguskan jantungku
jemariku selalu salah menulis
ujarku selalu salah kata
aku seperti tak berharga

terlalu tinggi khayalanku
terlalu jauh impianku
aku sekarat di cerca prasangkamu
kini ku diam dalam rintihku
_______________
; rinduku yang malang

PRASANGKA

nilah aku dalam kisahku
aku berpantang prasangka
jika aku berkata putih,
maka putihlah yg aku berikan
jika aku berkata hitam,
maka hitamlah yang kau terima
aku tak peduli langitku kelam tampa bulan dna bintang
asalkan aku bisa mengatakan iya jika iya
tidak jika tidak
tidak suka biarkan berlalu
walau rinduku akan membunuhku
_______________
; tatana sikap